Selasa, 20 September 2016

KEBENARAN MUTLAK DAN KEBENARAN SEMENTARA


Assalamu'alaikum Wr.Wb.

Berbicara tentang kebenaran, tak akan pernah bisa lepas dari yang namanya kebetulan. Karena sebagian orang sulit membedakan apa itu kebenaran dan kebetulan.


K
ebenaran adalah sesuatu yang dianggap benar, dan berkaitan dengan norma. Sedangkan kebetulan itu seperti, kalau kita sedang berjalan, kemudian bertemu dengan seorang teman, itulah yang dinamakan kebetulan. Kebenaran adalah sesuatu yang bisa diukur, dihitung dan distandardisasikan. Namun, tidak dengan kebetulan. Dalam hal ini, kita akan membahas tentang “Kebenaran”. 
               Kebenaran mutlak itu ada, namun tak semua orang meyakini itu. Tapi bagi kita yang  beragama islam menyatakan bahwa kebenaran yang mutlak adalah kebenaran yang datangnya dari Allah SWT. dan sebagai seorang muslim kita haruslah senantiasa meyakininya. Karena jika tidak, sama dengan percuma kita beragama islam bila kita sendiri tidak meyakini keislaman kita. Keyakinan merupakan sesuatu yang mendahului keimanan. Kebiasaanpula yang orang tua ajarkan sedari kanak-kanak, seperti makan dengan menggunakan tanggan kanan merupakan sesuatu yang akan kita yakini bahwa hal tersebut benar dan baik.
               Kebenaran ada yang bersifat mutlak, adapula yang bersifat sementara. Pengetahuan merupakan kebenaran ilmiah yang bersifat sementara, selagi belum ditemukannya bukti atau fakta terbaru. Contohnya saja Pluto. Kita dulu tahu betul bahwa Pluto merupakan salah satu dari planet yang ada. Namun, seiring perkembangan IPTEK, Pluto justru dihapuskan dari daftar jajaran planet. Mengapa hal tersebut terjadi?
Karena fakta terbaru menyatakan bahwa Pluto terlalu kecil untuk layak disebut planet.
               Ketika berada di sekolah, kita disuguhi oleh pelajaran IPS mengenai sejarah evolusi manusia. Dalam pelajaran tersebut terdapat sebuah teori yang dikemukakan oleh Darwin mengenai manusia berasal muasal dari kera. Namun, teori tersebut ditentang dan justru menjungkirbalikkan teori tersebut, dalam buku yang disusun oleh Harun Yahya.



Allah SWT. telah menjelaskan kepada kita dalam Q.S At Tin ayat 4 yang berbunyi :
Artinya : “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.”
Jadi, tidak mungkin bahwa manusia itu berasal dari kera. Karena dalam islam telah diterangkan bahwa manusia pertama adalah Nabi Adam a.s. beliau adalah manusia bukan kera.
               Surga dan neraka merupakan bukti dari adanya kebenaran mutlak. Namun, tetap saja ada sebagian orang yang tidak memercayai keberadaan surga dan neraka. Mengapa demikian?
Karena mereka tidak mengetahui hal tersebut ada, dan merekapun belum mati. Lantas bagaimana cara mereka tahu keberadaan surga dan neraka jika mereka saja belum mati. Bahkan untuk mencapai surga dan nerakapun melewati proses yang begitu panjang.
               Maka di sini saya tekankan sekali lagi bahwa kebenaran yang mutlak adanya adalah kebenaran yang datangnya dari Allah SWT. Manusia zaman sekarang malah justru lebih percaya dengan sebuah kabar yang katanya “benar” yang disebarkan antarmanusia. Padahal justru Allah Maha Benar, karena dari 14 abad yang lalu telah Allah sebutkan dalam firmannya yaitu pedoman kita para muslim, Al-Qur’an.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.