Assalamu'alaikum Wr.Wb.
Berbicara tentang kebenaran, tak akan pernah bisa lepas dari yang namanya kebetulan. Karena sebagian orang sulit membedakan apa itu kebenaran dan kebetulan.
K
ebenaran adalah sesuatu
yang dianggap benar, dan berkaitan dengan norma. Sedangkan kebetulan itu
seperti, kalau kita sedang berjalan, kemudian bertemu dengan seorang teman,
itulah yang dinamakan kebetulan. Kebenaran adalah sesuatu yang bisa diukur,
dihitung dan distandardisasikan. Namun, tidak dengan kebetulan. Dalam hal ini,
kita akan membahas tentang “Kebenaran”.
Kebenaran
mutlak itu ada, namun tak semua orang meyakini itu. Tapi bagi kita yang beragama islam menyatakan bahwa kebenaran yang
mutlak adalah kebenaran yang datangnya dari Allah SWT. dan sebagai seorang
muslim kita haruslah senantiasa meyakininya. Karena jika tidak, sama dengan
percuma kita beragama islam bila kita sendiri tidak meyakini keislaman kita. Keyakinan
merupakan sesuatu yang mendahului keimanan. Kebiasaanpula yang orang tua
ajarkan sedari kanak-kanak, seperti makan dengan menggunakan tanggan kanan
merupakan sesuatu yang akan kita yakini bahwa hal tersebut benar dan baik.
Kebenaran
ada yang bersifat mutlak, adapula yang bersifat sementara. Pengetahuan merupakan
kebenaran ilmiah yang bersifat sementara, selagi belum ditemukannya bukti atau
fakta terbaru. Contohnya saja Pluto. Kita dulu tahu betul bahwa Pluto merupakan
salah satu dari planet yang ada. Namun, seiring perkembangan IPTEK, Pluto
justru dihapuskan dari daftar jajaran planet. Mengapa hal tersebut terjadi?
Karena fakta terbaru menyatakan bahwa Pluto terlalu kecil untuk layak disebut
planet.
Ketika
berada di sekolah, kita disuguhi oleh pelajaran IPS mengenai sejarah evolusi
manusia. Dalam pelajaran tersebut terdapat sebuah teori yang dikemukakan oleh
Darwin mengenai manusia berasal muasal dari kera. Namun, teori tersebut
ditentang dan justru menjungkirbalikkan teori tersebut, dalam buku yang disusun
oleh Harun Yahya.
|
K
|
Kebenaran mutlak itu ada, namun tak semua orang meyakini itu. Tapi bagi kita yang beragama islam menyatakan bahwa kebenaran yang mutlak adalah kebenaran yang datangnya dari Allah SWT. dan sebagai seorang muslim kita haruslah senantiasa meyakininya. Karena jika tidak, sama dengan percuma kita beragama islam bila kita sendiri tidak meyakini keislaman kita. Keyakinan merupakan sesuatu yang mendahului keimanan. Kebiasaanpula yang orang tua ajarkan sedari kanak-kanak, seperti makan dengan menggunakan tanggan kanan merupakan sesuatu yang akan kita yakini bahwa hal tersebut benar dan baik.
Karena fakta terbaru menyatakan bahwa Pluto terlalu kecil untuk layak disebut planet.
Jadi, tidak mungkin bahwa manusia itu berasal dari
kera. Karena dalam islam telah diterangkan bahwa manusia pertama adalah Nabi
Adam a.s. beliau adalah manusia bukan kera.
Surga
dan neraka merupakan bukti dari adanya kebenaran mutlak. Namun, tetap saja ada
sebagian orang yang tidak memercayai keberadaan surga dan neraka. Mengapa demikian?
Karena mereka tidak mengetahui hal tersebut ada, dan merekapun belum mati. Lantas
bagaimana cara mereka tahu keberadaan surga dan neraka jika mereka saja belum
mati. Bahkan untuk mencapai surga dan nerakapun melewati proses yang begitu
panjang.
Maka di sini saya tekankan sekali lagi bahwa kebenaran
yang mutlak adanya adalah kebenaran yang datangnya dari Allah SWT. Manusia
zaman sekarang malah justru lebih percaya dengan sebuah kabar yang katanya “benar”
yang disebarkan antarmanusia. Padahal justru Allah Maha Benar, karena dari 14
abad yang lalu telah Allah sebutkan dalam firmannya yaitu pedoman kita para
muslim, Al-Qur’an.
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar