Jumat, 30 Desember 2016

Sunnatullah

SUNNATULLAH

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Sunnatullah adalah segala sesuatu yang menjadi hukum Allah yang ada di alam. yang sering disalah artikan menjadi "hukum alam", padahal sebenarnya alam itu tidak memliki hukum, melainkan yang ada adalah hukum Allah.
Contoh nyata dari adanya sunnatullah adalah terjadinya pagi dan malam, di mana terlihat matahari seolah-olah bergerak dari timur ke barat. Namun, pada kenyataannya Bumilah yang mengelilingi matahari, sehingga terlihat seperti matahari yang bergerak. Contoh tersebut merupakan sunnatullah yang Allah berikan dengan tujuan agar manusia dapat menghitung waktu, dan itu bersifat tetap. karena jikaa tidak, kacaulah segala sistem alam ini.

Ketetapan yang telah Allah tentukan untuk manusia. 

Proses berpikir ilmiah seakan-akan sangat tertib, karena dalam berpikir ilmiah terdapat pola. hal itu pula yang akan menjadi kebanggan manusia. padahal yang telah ditetapkan oleh Allah di alam ini sudah tertib bahkan sangat tertib.
Hal ini akan sangat berpengaruh pada pembicaraan tentang proses berkeinginan. Jika dalam proses ilmiah itu harus ada bukti, maka dalam berkeimanan bukan bukti, melaikan yakin.
Contohnya saja angin, tidak terlihat, tapi ada, dan kita yakin bahwa angin itu ada. seperti itulah Allah. Kita tidak dapat melihatnya, namun dengan mendekatkan diri pada-Nya, kita dapat merasakan kasih sayang-Nya.

Dalam kebenaran, bukti yang empirik itu sangat dibutuhkan, karena berdasarkan pada bukti, sesuatu akan terbukti keberadaannya.
Dalam proses berkeimanan tidak semua kebenaran itu harus dibuktikan keberadaanya secara empirik. Karena pada kenyataannya untuk membuktikan sesuatu dengan empirik itu kita tentu harus mengalami mati dulu, jika kita ingin membuktikan adanya Surga dan Neraka, atau adanya siksa kubur.
Apakah Anda ingin mati untuk bisa membuktikan adanya hal itu?
Silakan dicoba.
Namun jika tidak,  yang hanya perlu kita lakukan adalah meyakini bahwa memang ada hal tersebut, dan itu pasti ada.

Di dalam islam ada istilah :
      "Ilmul Yakin" sifatnya pengetahuan umum. Jadi, proses ilmiah itu baru berada pada takaran Ilmul Yakin.
     "Ainul Yakin" sesuatu yang terindra.
     "Haqqul Yakin" keyakinan tentang sesuatu yang tak dapat ditentang lagi, kebenaran mutlak.

Allah menetapkan sesuatu secara umum. Sehingga sunnatullah atau hukum Allah telah Allah ciptakan walaupun tidak semua dapat dibuktikan secara ilmiah, tetapi hal tersebut sebagai seorang muslimin kita harus meyakininya.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar