Jumat, 30 Desember 2016

Manusia Makhluk Otonom

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Manusia makhluk otonom : Makhluk yang bisa menetapkan jalan yang akan ditempuh dan dipilih.
Allah berfirman:
 
 فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا

Artinya: Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa manusia sifat fujur dan takwa.
Fujur adalah perbuatan buruk dan prilaku yang bertentangan dengan syariat. Kebalikan fujur adalah takwa, yaitu kebenaran dan segala tatanan yang disyariatkan Allah. Tentang fujur dan takwa ini, dalam Al-Quran

Bicara tentang nikmat, fasilitas yang Allah berikan secara gratis untuk kita. Pertama, nikmat hidup. Nikmat yang begitu besar yang harus kita syukuri. masih diberikan kesempatan untuk hidup di dunia ini, Allah masih memberikan kesempatan untuk kita bertobat dan memperbaiki diri. Udara adalah nikmat yang Allah berikan kepada kita secara gratis. Tanpa udara, mustahil makhluk hidup dapat hidup, dan dapat dikatakan juga mustahil kita sebagai manusia bisa hidup tanpa adanya udara. Bersyukurlah, Alhamdulillah.
Nikmat kedua untuk makhluk tertentu, manusia adalah akal. Dengan akal, manusia menjadi berbeda dengan makluk Allah yang lain. Manusia diberikan akal untuk berpikir, untuk menentukan yang mana yang baik dan buruk, untuk dapat berbuat sebaik-baiknya.
Nikmat yang ketiga adalah nikmat hidayah. Bicara tentang nama-nama Allah, Rahman dan Rahim yang ditunjukkan bahwa kasih sayang Allah untuk makhluk tertentu. Tidak semua manusia diberikan hidayah oleh Allah, hanya manusia tertentu saja. Bahkan Do'a Rasulullahpun tidak dikabulkan oleh Allah yakni hidayah untuk pamannya.

Dari ketiga nikmat yang Allah berikan, ada juga nikmat yang ternyata kita sebagai manusia sering melupakannya, yakni nikmat sehat dan waktu senggang. Sering sekali manusia tidak menyadari kesehatan yang telah dimilikinya, yang Allah berikan kepadanya. Peringatan Nabi Muhammad tentang waktu yaitu bahwa kita harus memanfaatkan waktu, masa muda kita ketika tidak sibuk, sebelum sibuk itu datang. Karena ketika seorang manusia sibuk, maka akan banyak 1001 alasan yang akan digunakan untuk meninggalkan dan lalai terhadap kewajibannya sebagai muslimin.

Saudara-saudaraku sekalian, selagi sehat, hidup, masih diberi kenikmatan yang luar biasa oleh Allah. Mari sebagai manusia yang dapat menentukan dan menetapkan jalannya sendiri, mari menuju kepada jalan yang benar, lurus dan bercahaya. Tentukan pilihanmu hari ini, karena pilihanmu hari ini menentukan jalanmu di akhir kelak.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar